Sunday, 29 June 2014

Tawuran Pecah Setelah Sahur

Awal Ramadan di Makassar, Sulawesi ­Selatan diwarnai aksi tawuran remaja. ­Peristiwa itu ­terjadi usai sahur hingga menelan korban jiwa. Syahrul (14), siswa ­kelas 3 SMP Kartika VII Makassar, warga Jalan Pampang IV, Kec. Panakukang, meninggal dunia setelah menga­lami kondisi kritis selama 7 jam di Rumah Sakit Ibnu Sina, Minggu (29/6).
Menurut Syarifuddin, paman korban yang ditemui wartawan di RS ­Ibnu Sina, Syahrul dan teman-temannya terlibat bentrokan dengan kelompok remaja lainnya di depan fly over, persis di depan Graha Pena, jalan Urip Sumoharjo.
“Syahrul awalnya terkena lemparan batu di kepalanya, saat dia jatuh lawan-lawannya ­menghampiri lalu mengeroyoknya hingga tidak sadarkan diri,” ujar Syarifuddin.
Ia menambahkan, pihak keluarga telah ­meng­ikhlaskan kepergian keponakannya ­tersebut. Namun keluarga menuntut aparat ­kepolisian segera menangkap para pelaku pengeroyok.
Sementara Kapolsek Panakkukang, Kompol Tri Hambodo menyebutkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus kema­tian Syahrul. “Dari pengumpulan bahan kete­rangan di lapangan kami sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku pengeroyokan, termasuk hasil visum korban,” sebut Tri.
Selain di daerah Panakukang, aksi tawuran dua kelompok pemuda juga terjadi di jalan Abu Bakar Lambogo, sekitar pukul 04.00 WITA. Beruntung dalam aksi ini tidak ada korban jiwa. Meski azan subuh dikumandangkan, kedua kelompok bergeming.
Dua kelompok yang bertikai, yakni dari ke­lompok Jalahong dan kelompok pemuda lorong Toko Rimo ini menggunakan roket petasan dan ketapel busur sebagai senjata. Keduanya saling serang di dalam lorong.
Aksi bentrokan yang sudah kerap terjadi ini dipicu dendam lama antar kedua kelompok yang masih bertetangga ini. Sebelumnya, pada 5 Juni lalu, bentrok serupa juga terjadi antar dua kelompok ini, yang mengakibatkan beberapa rumah rusak terkena lemparan batu.
Sebelumnya sebelum puasa, tindakan anarkis remaja juga terjadi di kawasan Jalan Bandang Makassar. Sekitar pukul 23.00 WITA, para ­pembalap liar dari kelompok geng motor beraksi di sekitar jalan Bandang, persis di depan SMK Negeri 4 Makassar. Warga pengguna jalur umum yang hendak melintas terpaksa mencari jalan pintas guna menghindari aksi balapan liar. Sayangnya aksi balapan yang tidak jauh dari Masjid Raya Makassar ini sepertinya dibiarkan oleh aparat kepolisian

No comments:

Post a Comment